Palu, 15 September 2026 — Fakultas Hukum Universitas Tadulako (FH Untad) menyelenggarakan Pelatihan Toleransi dan Peningkatan Pemahaman Moderasi Beragama bagi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tadulako Tahun 2026, Selasa (15/9/2026). Kegiatan dilaksanakan secara video conference di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Tadulako.
Mengusung tema “Merawat Toleransi, Memperkuat Moderasi, Membangun Generasi Hukum yang Harmonis”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya toleransi, moderasi beragama, dan penghormatan terhadap keberagaman dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Pelatihan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tadulako dari berbagai latar belakang agama. Keberagaman peserta menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, sekaligus mencerminkan kehidupan akademik yang menghargai perbedaan dan mendorong terciptanya interaksi yang harmonis antarmahasiswa.
Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai pemateri pertama. Ia menyampaikan materi mengenai penguatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. H. Sofyan Bachmid, S.Pd., M.M., Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tengah, dengan materi mengenai moderasi beragama sebagai fondasi generasi hukum yang harmonis.

Kedua materi memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai pentingnya membangun sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, mengedepankan dialog, serta menyikapi perbedaan secara bijaksana. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan bagi mahasiswa Fakultas Hukum yang nantinya akan berperan dalam kehidupan hukum dan sosial di tengah masyarakat yang plural.
Pelatihan juga menjadi ruang dialog bagi mahasiswa untuk memahami bahwa toleransi bukan sekadar sikap menerima keberadaan perbedaan, tetapi juga diwujudkan melalui penghormatan terhadap hak dan kebebasan setiap individu dalam kehidupan bersama.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Universitas Tadulako terus mendorong penguatan karakter mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik di bidang hukum, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap keberagaman, toleransi, moderasi beragama, serta nilai-nilai kerukunan.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara mahasiswa dengan para pemateri, yang berlangsung interaktif dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai toleransi dan moderasi beragama.

