Perkuat Kualitas Akademik, Dekan FH Untad Apresiasi Pengukuhan Dua Guru Besar Baru
PALU, 26 Januari 2026 – Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Tadulako memberikan apresiasi tinggi atas pengukuhan dua Guru Besar baru yang dilaksanakan pada Senin (26/01/2026). Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Aula Baru Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Dari 13 Guru besar Universitas Tadulako yang dikukuhkan, 2 Akademisi Fakultas Hukum turut serta mendapat penyematan gelar guru besar yang dikukuhkan langsung oleh Rektor Universitas Tadulako, yang disaksikan oleh Senat Universitas Tadulako, Dewan Guru Besar Universitas Tadulako, Dekan – Dekan di Ruang lingkup Universitas Tadulako dan para tamu undangan. Dua akademisi terbaik FH Untad yang resmi menyandang gelar profesor tersebut adalah Prof. Dr. Syamsuddin, S.H., M.H., pakar di bidang Hukum Transportasi, serta Prof. Dr. Agus Lanini, S.H., M.Hum., pakar di bidang Hukum Ketenagakerjaan.
Dengan bertambahnya dua Guru Besar ini, Fakultas Hukum Untad kini secara resmi memiliki total 6 Guru Besar. Penambahan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menunjang kompetensi dan kualitas akademik almamater, terutama dalam menyongsong pengembangan program studi baru.
Dekan Fakultas Hukum, Dr. Awaluddin, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan kebanggaan besar sekaligus momentum krusial bagi pengembangan fakultas ke depan.
“Saya mengucapkan selamat kepada dua Guru Besar yang baru dikukuhkan, Bapak Prof. Dr. Syamsuddin, S.H., M.H. dan Prof. Dr. Agus Lanini, S.H., M.Hum. Alhamdulillah, Hal ini tentu menjadi suatu kebanggaan bagi Fakultas Hukum yang saat ini telah memiliki 6 Guru Besar,” ujar Dr. Awaluddin.
Beliau menambahkan bahwa kehadiran para Professor ini akan sangat menunjang persiapan FH Untad yang tahun ini akan membuka kelas perdana untuk Program Studi Doktoral (S3) Ilmu Hukum. Selain itu, fakultas juga sedang dalam tahap perencanaan matang untuk membuka kelas Profesi Kenotariatan (M.Kn) pada Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Sehingga Guru besar menjadi salah satu pionir utama yang diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pelaksanaan Kegiatan Akademik di berbagai jenjang Ilmu Hukum Universitas Tadulako.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Awaluddin menekankan pentingnya fokus kontribusi para Guru Besar terhadap internal kampus. Beliau berharap agar para Professor lebih memprioritaskan curahan ilmu dan pengabdiannya di dalam lingkungan FH Untad demi melahirkan lulusan yang lebih berkualitas.
“Saya juga berharap agar para Guru Besar lebih banyak berkontribusi terhadap almamater dibanding di luar. Ini sebagai upaya dalam meningkatkan kompetensi lingkungan akademik agar dapat melahirkan para alumni yang lebih berkualitas. Karena kampus memang tempatnya belajar, jadi kontribusi yang diberikan harusnya lebih banyak di fakultas kita daripada di luar, Apalagi kita (saat ini) sedang dalam persiapan (pembukaan) Kelas perdana program studi Doktoral s3 dan Profesi kenotariatan di Universitas Tadulako. Jadi, Jangan nanti kontribusi yang diberikan lebih banyak diluar daripada untuk Almamater sendiri.” lanjutnya.
Menutup pernyataannya, Dekan FH Untad mengajak seluruh elemen civitas akademika untuk terus bersinergi meningkatkan kompetensi instansi pendidikan. Beliau juga berpesan agar senantiasa menjaga tali persaudaraan sehingga tercipta lingkungan kerja yang sehat tanpa adanya rasa takut atau canggung antar sesama akademisi.
Dengan penguatan SDM di level tertinggi ini, Fakultas Hukum Universitas Tadulako optimis dapat terus menjadi pusat edukasi hukum yang unggul dan kredibel bagi masyarakat luas.